• DEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Kabinet Alteration 2025
  • DEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Kabinet Alteration 2025

Berita

DEMA IAIN Pekalongan bersama dengan beberapa Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus berkerjasama dalam mensukseskan kampanye moderasi beragama yang di usung oleh kementrian agama DEMA IAIN Pekalongan.

Dalam diskusi dimulai  pada 21.30 WIB di Padepokan Ki Ageng Setu, Jenggot, Pekalongan. (21/4) dipimpin oleh Muhammad Eko Priyono, yang merupakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petanesia Indonesia. Beliau memimpin diskusi serta memberikan stimulus agar teman teman dari mahasiswa terpantik kedalama diskusi. Pada diskusi kali membawa tema Lawang Kebhinekaan, dengan tagline ‘Sinau Kebersamaan Dalam Keragaman’.

Pak Eko Priyono memantik forum tersebut dengan arti cinta tanah air. Beliau menjelaskan pentingnya persatuan, untuk menghadirkan persatuan dibutuhkanlah cinta karna tanpa cinta, persatuan tidak akan pernah hadir. Menurut beliau cintalah yang menjadi inti dari sebuah rasa nasionalisme, yang disokong oleh semua agama untuk menjaga persatuan.

“Kecintaan daerah kepada kearifan lokal didalamnya ada tradisi dan adat budaya, dalam budaya memjadi benteng ekonomi kerakyatan,” ungkapnya saat menjelaskan penting budaya dalam konsep persatuan, hal ini juga sudah ditanamkan dalam Petanesia Indonesia.

Beliau juga mengutarakan bahwa sejarah merupakan dasar ketika membicarakan persatuan dan kebhinekaan, maupun keragaman. Hingga menghadirkan rasa cinta terhadap Indonesia. “Ketika bicara kebhinekaan tanpa sejarah bulshit, bicara persatuan bulshit” ujarnya.

Mahdy Hanun, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) salah satu peserta dalam diskusi tersebut. Dia menanyakan cara menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air kepada diri sendiri dan orang disekitar.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Eko, ia menuturkan bahwa kesadaran cinta tanah air akan muncul dengan salah satu program seperti teras moderasi. Tidak berhenti dengan ini saja, namun disalurkan dalam kehidupan.
“Pemuda yang masa bodo bisa dirangkul dengan diskusi ini, diskusi budaya.” ujar Eko.

Forum ini juga dihadiri oleh Habib Abdulloh yang merupakan anggota Gusdurian Pekalongan dan baru saja mengadakan ‘Among Roso’ sebuah program dari Gusdurian yang bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga, didalamnya menjadi wadah diskusi lintas agama dan kepercayaan. Baginya teras moderasi ini adalah adik dari Among Roso, yang sama membentuk wadah persatuan.

“Sebenernya bagi umat islam adanya, dialog agama sangat menguntungkan,” terangnya ketika menceritakan Among Roso yang hampir sama dengan Teras Moderasi. Teras Moderasi merupakan program anyar di IAIN Pekalongan, dan baru berjalan satu kali. Menurut Riril Widi Handoko, Ketua DEMA-I periode 2021. Program ini untuk menyuguhkan representasi UIN Abdurahman Wahid yang akan digagas kedepan, perlu diberikan stimulus tentang moderasi. Bukan hanya Gusdur sebagai nama yang gunakan, namun juga diejawantahkan betul. Diaktualisasikan dalam pola langkah civitas IAIN Pekalongan.

“Stimulus awal tidak melulu soal persatuan dan kesatuan. Ketika berbicara islam bisa kolektif kolega, menjawab segala hal yang menjadi ancaman bagi negara. Bukan lagi slek antar organisasi,” ucapnya ketika menerangkan tentang teras moderasi, ia juga mengambil contoh Cipayung yang kental akan persatuan antar Ormek.

M. Bahrul Fatikhin, kordinator dalam acara tersebut yang merupakan kementrian agama DEMA-I 2021. menjelaskan permasalahan banjir di awal periode dan loby yang tidak mudah untuk membentuk forum dan mempertemukan. “Karena telah termakan waktu dari bulan februari karena banjir. Bulan maret kita genjot sehingga bisa silaturahmi ke ekstra (Ormek, -Red).” Ucapnya saat memberi sambutan.

Forum tersebut rampung pada pukul 23.13 WIB, dan diakhiri oleh pembacaan puisi karya Habib Luthfi bin Yahya yang dibacakan oleh Eko Priyono.

Muhammad Abdullah Son Haji, anggota PK KAMMI IAIN Pekalongan berharap untuk kedepan acara memperhatikan waktu. Ketika ada waktu yang kosong bisa diisi acara agar tidak menunggu. “Kedepan kalau bisa acara seperti ILC, biar tidak satu arah jadi tidak membosankan juga. Waktu juga jangan sampai dua jam menunggu tanpa diisi acara apapun,” jelasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Ormek Islam yang kadernya berada di IAIN Pekalongan. Antara lain sebagai berikut. PK PMII, PKPT IPNU-IPPNU, PK MATAN, PK KAMMI IAIN Pekalongan. Lebih lanjut acara teras moderasi ini akan berlanjut setiap bulan. Dengan tujuan mengejawantahkan persatuan yang ada dalam sistem sebuah negara.

 

Source:  https://lpmalmizan.com/ormek-pekalongan-soroti-nasinaolisme-dan-persatuan

 

Pekalongan, 4 Mei 2021 Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Pekalongan kembali lagi menyelengarakan FKPM (Forum Komunikasi Pemerintahan Mahasiswa) Bersama Organisasi Mahasiswa. 

Kegiatan FKPM terselegara bertepatan pada momen bulan suci ramadhan sehingga dikemas dengan takjuk FKPM dan Buka Bersama Ormawa. Disini FKPM sendiri Menjadi ajang untuk saling bersilatuhrohmi antar Organsasi Mahasiswa Intra IAIN Pekalongan dan menyampaikan pendapat serta masukan untuk kemajuan bersama. 

Dari DEMA IAIN sendiri turut mengundang sengenap pimpinan IAIN Pekalongan, Bapak Dr. H. Muhlisin, M.Ag. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mewakili hadir bersama dengan stafnya Bapak Irfandi  yang dulunya merupakan Wakil Presiden DEMA IAIN Pekalongan pada periode 2012.  Pada kesempatan kali ini Bapak Wakil Rektor III menyampaikan pesan kepada seluruh ormawa bahwa sebagai Organisasi Mahasiswa Perguuran Tinggi menciptakan pemerintahan yang  harus mengedepankan prestasi serta bersih dan sehat.

Setelah beliau menyampaikan wejangannya UKK UKM dan DEMA menyampaikan kendala apa saja yang dialami dalam menjalankan organisasi. dengan adanya diskusi semacam ini diharapkan semua permasalahan lekas menemukan solusinya serta diharapkan dari pemipinan juga turut mengulurkan tangannya dan siap setiap saat membantu. 

Acara kali ini ditutup dengan penampilan spesial dari UKM Seni Musik El-Fata dan beberapa Pengurus Oraganisasi intra lainnya.Tidak hanya itu Ketua zenit juga memeriahkan acara kali ini dengan lantunan  Puisi-Puisinya

 

 

Pengumuman

Kegiatan

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree