• DEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Kabinet Alteration 2025
  • DEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Kabinet Alteration 2025

Berita

Pekalongan, Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar rapat koordinasi persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 pada Rabu (6/8/2025) di Selasar Gedung Student Centre UIN Gus Dur, Kajen.

PBAK 2025 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 19–22 Agustus 2025. Selain itu, pada 17 Agustus 2025 mahasiswa baru juga diwajibkan mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus.

Dalam arahannya, Prof. Shinta, menekankan bahwa PBAK merupakan momentum strategis dalam menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. “PBAK tahun ini hadir dengan paradigma kurikulum cinta. Artinya, ada perubahan mendasar dalam cara kita menyambut mahasiswa baru. Bukan lagi sekadar seremonial, melainkan proses edukasi yang membangun kedisiplinan, kecintaan pada tanah air, dan rasa memiliki terhadap almamater,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Nur Khollis, MA. Menurutnya, seluruh rangkaian PBAK harus memperhatikan aspek social emotional learning. “Jadikan PBAK sebagai gerbang mahasiswa baru untuk menumbuhkan cita-cita besar kampus kita yang menjunjung nilai kemanusiaan dan sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama. Prinsipnya, setiap aktivitas harus memberi manfaat bagi orang lain, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Rapat koordinasi kali ini membahas sejumlah aspek penting, mulai dari tema kegiatan, pola pendampingan mahasiswa senior, mekanisme registrasi peserta, hingga kesiapan logistik dan keamanan. Tahun ini, panitia berupaya menghadirkan format PBAK yang lebih kreatif, inklusif, serta mengedepankan nilai etika, kemanusiaan, dan kebermanfaatan.

Di akhir rapat, DEMA Universitas berpesan kepada seluruh mahasiswa baru untuk selalu percaya diri menjadi bagian dari UIN Gus Dur, serta menjadikan setiap kegiatan di kampus sebagai sarana memberi manfaat. “Selalu senyum, salam, sapa, dan santun. Jadikan PBAK sebagai awal langkah yang bermakna,” tutup perwakilan DEMA.

 

Author: Kemedinfo 2025

Ketua DEMA UIN Gus Dur Tawarkan Pendekatan Cinta dalam Penanganan Darurat Sampah di Pekalongan

Pada hari Rabu (11/6/2025), Pemerintah Kota Pekalongan menggelar dialog publik penanganan darurat sampah di Rumah Dinas Wali Kota bersama berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 20 Maret 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akibat kelebihan kapasitas.

Sebagai respons, Pemerintah Kota menetapkan status darurat sampah dan berupaya memaksimalkan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Setelah diajukannya dispensasi kepada KLHK, pemerintah diizinkan membuka kembali TPA secara terbatas hingga 5 November 2025.

Dalam lima bulan ke depan, penataan infrastruktur pengelolaan sampah akan digenjot dengan anggaran sebesar Rp13 miliar. Namun, efektivitas upaya ini dinilai akan sulit tercapai tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Sayangnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih lemahnya kesadaran kolektif. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan. Bahkan, dari 23 TPS3R yang telah dibangun selama satu dekade terakhir, sebagian besar kini mangkrak dan tak terurus, menunjukkan lemahnya implementasi serta pengawasan kebijakan.

Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Gus Dur, Arif Fathur Rohman, menawarkan pendekatan alternatif yang ia sebut sebagai “pendekatan cinta”. Gagasan ini terinspirasi dari konsep kurikulum cinta milik Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan pentingnya nilai kasih sayang dalam relasi sosial.

Persoalan sampah bukan hanya soal teknis kebijakan, tetapi juga soal relasi hangat antara pemerintah dan rakyat. Kehadiran negara harus lebih terasa melalui dialog langsung, pendekatan humanis, serta edukasi yang menyentuh hati,” ujar Arif dalam pernyataannya.

Arif juga menyarankan agar dana Rp13 miliar digunakan secara transparan dan partisipatif. Rencana penggunaannya perlu disosialisasikan melalui forum musyawarah tingkat RT, dengan melibatkan ketua RT dan lurah sebagai ujung tombak penyambung suara rakyat.

Menurutnya, pendekatan emosional yang bersifat persuasif bisa menjadi katalis perubahan perilaku masyarakat, yang selama ini kurang terlibat dalam proses pengelolaan lingkungan.

Sentuhan kasih sayang dan komunikasi dari hati ke hati adalah kunci dalam membangun kesadaran bersama. Tanpa itu, kebijakan teknis yang dirancang sebaik apa pun bisa gagal dalam pelaksanaannya,” tambahnya.

Usulan pendekatan cinta dari DEMA UIN Gus Dur ini diharapkan menjadi angin segar dalam mengurai benang kusut persoalan sampah di Kota Pekalongan. Tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai pijakan untuk membangun budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Abdul Azim

Editor: Kemedinfo 2025

 

Pengumuman

Kegiatan

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree