• DEMA UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Kabinet Alteration 2025

Berita

Ketua DEMA UIN Gus Dur Tawarkan Pendekatan Cinta dalam Penanganan Darurat Sampah di Pekalongan

Pada hari Rabu (11/6/2025), Pemerintah Kota Pekalongan menggelar dialog publik penanganan darurat sampah di Rumah Dinas Wali Kota bersama berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 20 Maret 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akibat kelebihan kapasitas.

Sebagai respons, Pemerintah Kota menetapkan status darurat sampah dan berupaya memaksimalkan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Setelah diajukannya dispensasi kepada KLHK, pemerintah diizinkan membuka kembali TPA secara terbatas hingga 5 November 2025.

Dalam lima bulan ke depan, penataan infrastruktur pengelolaan sampah akan digenjot dengan anggaran sebesar Rp13 miliar. Namun, efektivitas upaya ini dinilai akan sulit tercapai tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Sayangnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih lemahnya kesadaran kolektif. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan. Bahkan, dari 23 TPS3R yang telah dibangun selama satu dekade terakhir, sebagian besar kini mangkrak dan tak terurus, menunjukkan lemahnya implementasi serta pengawasan kebijakan.

Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Gus Dur, Arif Fathur Rohman, menawarkan pendekatan alternatif yang ia sebut sebagai “pendekatan cinta”. Gagasan ini terinspirasi dari konsep kurikulum cinta milik Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan pentingnya nilai kasih sayang dalam relasi sosial.

Persoalan sampah bukan hanya soal teknis kebijakan, tetapi juga soal relasi hangat antara pemerintah dan rakyat. Kehadiran negara harus lebih terasa melalui dialog langsung, pendekatan humanis, serta edukasi yang menyentuh hati,” ujar Arif dalam pernyataannya.

Arif juga menyarankan agar dana Rp13 miliar digunakan secara transparan dan partisipatif. Rencana penggunaannya perlu disosialisasikan melalui forum musyawarah tingkat RT, dengan melibatkan ketua RT dan lurah sebagai ujung tombak penyambung suara rakyat.

Menurutnya, pendekatan emosional yang bersifat persuasif bisa menjadi katalis perubahan perilaku masyarakat, yang selama ini kurang terlibat dalam proses pengelolaan lingkungan.

Sentuhan kasih sayang dan komunikasi dari hati ke hati adalah kunci dalam membangun kesadaran bersama. Tanpa itu, kebijakan teknis yang dirancang sebaik apa pun bisa gagal dalam pelaksanaannya,” tambahnya.

Usulan pendekatan cinta dari DEMA UIN Gus Dur ini diharapkan menjadi angin segar dalam mengurai benang kusut persoalan sampah di Kota Pekalongan. Tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai pijakan untuk membangun budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Abdul Azim

Editor: Kemedinfo 2025

 

Pada hari Ahad (1/6/2025), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan koordinasi perdana bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, M.H., di luar rehat bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membahas persiapan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2025, serta menginventarisasi berbagai isu yang berkaitan dengan kebijakan kemahasiswaan, program kerja ormawa, hingga proses perencanaan anggaran kegiatan tahunan.

Salah satu keputusan penting dalam diskusi ini adalah penetapan tema besar PBAK 2025, yaitu “Tantangan Disrupsi di Era Artificial Intelligence”. Tema tersebut mencerminkan komitmen UIN Gus Dur untuk menghadirkan ruang orientasi yang tidak hanya mengenalkan kampus, tapi juga membekali mahasiswa baru dengan pemahaman terhadap realitas global dan teknologi masa depan.

Prof. Shinta dalam arahannya menyampaikan bahwa PBAK harus dimaknai sebagai titik awal pembentukan jati diri mahasiswa:

Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang berpikir kritis, adaptif, dan memiliki kesadaran sosial. Karena mereka berasal dari latar pendidikan yang beragam, PBAK adalah wadah menyatukan visi dan membangun identitas sebagai agen perubahan.”

Sebagai rangkaian dari PBAK, DEMA juga akan menyelenggarakan Alter Fest, sebuah festival eksplorasi minat dan bakat yang akan digelar selama dua hari, mencakup perlombaan seni, olahraga, serta forum diskusi lanjutan seputar tema disrupsi dan kecerdasan buatan.

Ketua DEMA UIN Gus Dur, Arif Fathur Rohman, menambahkan bahwa kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan kampus sangat diperlukan agar kegiatan berjalan sesuai harapan.

Kami ingin memastikan mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada kampus, tetapi juga dibuka wawasannya terhadap realitas dunia luar yang terus berubah,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi terbuka, pengurus DEMA juga menyampaikan berbagai kendala teknis yang masih dihadapi organisasi mahasiswa (ormawa), mulai dari akses pendanaan, kompleksitas birokrasi, hingga perlunya akselerasi dalam respons administratif.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Shinta menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis mahasiswa. Ia mengajak seluruh ormawa untuk membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.

Semua masalah ada solusinya. Asalkan kita mau duduk bersama, insyaAllah jalan keluarnya akan ditemukan,” tegasnya.

Pertemuan ini ditutup dengan pembuatan vlog kreatif sebagai sarana menyampaikan pesan ke publik dan civitas akademika UIN Gus Dur. Melalui pendekatan media sosial, diharapkan kampus dan mahasiswa bisa membangun hubungan yang semakin dekat, inklusif, dan partisipatif

Dengan semangat kolaborasi ini, UIN Gus Dur terus melangkah mewujudkan kampus yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mendunia melalui potensi mahasiswanya.

 

Author: Kemedinfo 2025

 

Pengumuman

Kegiatan

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree