PBAK Hari Kedua 2026, Hadirkan Ibu Yenny Wahid dan Sejumlah Tokoh Lintas Agama

21 آب/أغسطس 2026

Pekalongan, 19 Agustus 2026 -  Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan memasuki hari kedua dengan menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan pegiat Gusdurian, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur sekaligus menumbuhkan semangat keberagaman, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.

PBAK hari kedua menghadirkan sejumlah tokoh dan pegiat Gusdurian, di antaranya Yenny Wahid, Ibu Suster Rosaline, Ibu Kusnaini, Pendeta Argomosito selaku pimpinan Gereja Kristen Jawa sekaligus salah satu penasihat komunitas Gusdurian, Koh Ka Siong, Amir Mu’zakki selaku Presidium Gusdurian, Dina Nur Amilah, Muaimin, Sumaini, Ridwan Fauzi, Asrofil Anam, Mailal Marom, serta Ade selaku Direktur Gusdurian. Sesi bersama Ibu Yenny Wahid berlangsung dengan Abdul Adhim, dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sebagai moderator. Dalam sesi tersebut, Ibu Yenny Wahid mengajak mahasiswa baru untuk berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan dan tidak takut dalam menghadapi kegagalan.

Ibu Yenny Wahid menekankan lima hal yang perlu dimiliki generasi muda, yakni berani mengambil risiko, mau terus belajar, selalu mempertanyakan hal-hal yang ada, mampu memecahkan masalah, serta berdiri teguh membela prinsip dan membela kelompok yang lemah serta membagikan pengalaman mengenai kegagalan yang pernah dialaminya dalam perjalanan pendidikan, salah satunya ketika dirinya tidak diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk terus berkembang. “Kita semua dapat membuat perubahan,” ujar Ibu Yenny Wahid kepada mahasiswa baru.

Beliau juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah perubahan di masa depan. Yenny berharap dari mahasiswa yang mengikuti PBAK dapat lahir pemimpin-pemimpin baru yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Perubahan ada di tangan kalian. Saya berharap ada pemimpin-pemimpin yang lahir dari kalian yang ada di sini. Terus berjuang untuk mencapai gemilang.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sembilan nilai utama Gus Durian, yaitu ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan, dan kearifan lokal, yang disampaikan oleh para tokoh lainnya. Pengenalan nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan karakter mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, menghargai keberagaman, serta mampu membangun kehidupan yang adil dan humanis.

Melalui PBAK hari kedua ini , mahasiswa baru UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan diajak untuk memahami bahwa kehidupan kampus tidak hanya menjadi ruang untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat untuk membangun keberanian, kepedulian, dan semangat menjadi bagian dari perubahan di tengah masyarakat.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree