Forum Group Discussion (FGD) DEMA U "Pembudayaan Karakter: Mengembalikkan Jati Diri Mahasiswa"
Pada hari Ahad (16/2/2025), Forum Group Discussion (FGD) DEMA U merupakan sebuah wadah yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Gus Dur untuk menciptakan ruang diskusi yang konstruktif antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan (Ormawa), dan pihak terkait lainnya di kampus. Dengan mengundang pemateri yang hebat yaitu Bapak Labib Maimun, M.Pd. dan Bapak Jahirin, M.H. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali berbagai ide, masukan, dan aspirasi mahasiswa mengenai berbagai isu penting di kampus, termasuk kualitas akademik, fasilitas, kegiatan kemahasiswaan, dan pengembangan teknologi.
FGD DEMA U mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi yang terbuka dan inklusif, dimana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Diskusi ini diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi dan ide-ide baru yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas kampus dan kehidupan mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Topik-topik yang dibahas dalam FGD meliputi kebijakan kampus tentang UKT dinaikan, kekerasan seksual, apatis terhadap lembaga ormawa, dan pragmatisme mahasiswa dalam pembelajaran di kampus. FGD ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara DEMA U, Ormawa, dan pihak universitas guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Kesimpulan dari materi pertama dari Bapak Labib Maimun, M.Pd. adalah bahwa mahasiswa ideal dapat menjadi Idealis jika mereka memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan keadilan, kesetaraan dan kebenaran namun tidak semua mahasiswa ideal harus menjadi Idealisme. Mereka dapat memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda.
Kesimpulan dari materi kedua dari Bapak Jahirin, M.H. adalah gerakan kolektif mahasiswa dapat berjalan ketika semua elemen mahasiswa dapat menyatukan ide dan gagasannya. Idealisme mahasiswa menjadi titik kunci terjadinya gerakan kolektif mahasiswa yang bermutu.
Pemateri menegaskan bahwa pengembalian jati diri mahasiswa melalui pembudayaan karakter adalah langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pembudayaan karakter harus terus dilakukan secara konsisten dan melibatkan semua pihak, baik itu kampus, masyarakat, maupun keluarga.
Hasil dari FGD ini akan dituangkan dalam rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak kampus untuk selanjutnya diterapkan dalam berbagai program dan kebijakan. Melalui kegiatan ini, DEMA U ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat mencerminkan suara mahasiswa dan memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Author : Kemedinfo 2025