Berita

Pekalongan, 18 Agustus 2026 - Sebanyak 2.541 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada Selasa (18/8/2026). Memasuki hari pertama, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai kelembagaan kampus yang berlangsung di Gedung Student Centre Kampus 2 Kajen. Dengan mengangkat tema besar “Garuda Nusantara: Menguatkan Karakter Humanis Berbasis Kebudayaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus yang akan menjadi ruang mereka belajar, berorganisasi, dan mengembangkan potensi selama masa perkuliahan.

Materi kelembagaan disampaikan oleh tiga Wakil Rektor UIN Gus Dur. Sesi pertama diisi oleh Dr. Nur Kholis, M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan. Dalam pemaparannya, mahasiswa baru diajak membangun semangat dan ketekunan dalam menjalani proses akademik. Masa perkuliahan, menurutnya, bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi proses untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Mohammad Hasan Bisyri, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Ia memperkenalkan struktur kelembagaan serta jajaran pimpinan universitas sekaligus memberikan gambaran mengenai berbagai layanan administrasi yang dapat diakses mahasiswa. Pemahaman terhadap sistem kelembagaan dinilai penting agar mahasiswa baru dapat memanfaatkan layanan kampus secara tepat selama menjalani perkuliahan.

Tidak hanya membahas aspek akademik dan administrasi, mahasiswa baru juga dikenalkan dengan berbagai ruang pengembangan diri. Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, memaparkan sejumlah kesempatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, seperti program beasiswa, Prima Magang Kementerian Agama, International Student Mobility (ISM), serta berbagai bentuk apresiasi bagi mahasiswa berprestasi.

Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai organisasi kemahasiswaan dan kode etik mahasiswa. Keberadaan organisasi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, membangun relasi, serta memperoleh pengalaman di luar ruang perkuliahan. Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung setelah penyampaian materi. Keaktifan tersebut turut diapresiasi melalui pemberian hadiah kepada beberapa mahasiswa.

Rangkaian materi kelembagaan kemudian diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para narasumber dan sesi foto bersama. Melalui materi tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal struktur dan layanan UIN Gus Dur, tetapi juga memahami berbagai ruang yang dapat mereka manfaatkan untuk bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi selama menjadi bagian dari kehidupan kampus.

Pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2026, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan telah menyelenggarakan kegiatan konsolidasi mahasiswa dengan tajuk “Marhaban ya Melawan”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ruang diskusi, refleksi, sekaligus konsolidasi gerakan mahasiswa dalam menyikapi berbagai isu sosial dan kebangsaan yang tengah berkembang.

 

Konsolidasi ini mengangkat tema “Penegak Hukum, Melanggar Hukum, Lalu Siapa Lagi yang Dapat Kita Percaya?”. Tema tersebut dipilih sebagai respons kritis mahasiswa terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kinerja institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam pandangan mahasiswa, terdapat berbagai fenomena yang menimbulkan keresahan publik, di mana oknum aparat penegak hukum justru dinilai terlibat dalam pelanggaran hukum dan tindakan yang tidak mencerminkan nilai keadilan.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan dari berbagai fakultas dan latar belakang organisasi. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti jalannya diskusi, yang berlangsung secara terbuka, kritis, dan konstruktif. Dalam forum tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pandangan, serta pengalaman yang berkaitan dengan isu penegakan hukum di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan konsolidasi ini diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan isu oleh pihak penyelenggara. Selanjutnya, forum dibuka untuk sesi diskusi bersama, di mana para peserta aktif bertukar pikiran mengenai kondisi aktual penegakan hukum, tantangan yang dihadapi, serta harapan terhadap perbaikan sistem hukum di Indonesia. Diskusi juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mengawal jalannya demokrasi dan menegakkan nilai-nilai keadilan.

Melalui kegiatan ini, DEMA UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan menegaskan komitmennya sebagai lembaga yang mewadahi aspirasi mahasiswa untuk tetap kritis, responsif, dan peduli terhadap berbagai persoalan bangsa. Konsolidasi ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif mahasiswa dalam memperkuat gerakan advokasi serta memperjuangkan keadilan sosial di tengah masyarakat.

Adapun hasil dari kegiatan konsolidasi ini adalah terbentuknya kesepahaman bersama di antara peserta mengenai pentingnya pengawasan terhadap institusi penegak hukum serta perlunya peran aktif mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen untuk terus melakukan diskusi lanjutan dan aksi nyata sebagai bentuk tindak lanjut dari konsolidasi yang telah dilaksanakan.

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya sebagai bentuk dokumentasi resmi kegiatan konsolidasi mahasiswa DEMA UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya membangun kesadaran kritis mahasiswa serta mendorong terciptanya sistem hukum yang lebih adil dan transparan di Indonesia.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree