Kegiatan
Kegiatan Taqwa di Musholla Gedung FASYA Sukses Digelar.
Pada hari Senin (13/3/2025), telah terlaksana kegiatan Ramadhan Taqwa di Musholla Gedung FASYA UIN Gus Dur dengan tema "Keutamaan Tarawih dan Qiyamul Lail di Sepertiga Malam Bulan Ramadhan". Acara ini menghadirkan Prof. Dr. K.H. Imam Kanafi, M.Ag., dari dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), sebagai narasumber utama.
Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. K.H. Imam Kanafi, M.Ag. menjelaskan keutamaan shalat Tarawih dan Qiyamul Lail, terutama saat sepertiga malam bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa kedua ibadah tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih pahala yang berlipat ganda. Selain itu, beliau juga menyampaikan bagaimana umat Islam dapat memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa dan meningkatkan kualitas ibadah mereka selama Ramadhan.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika UIN Gus Dur yang antusias mengikuti jalannya kegiatan. Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana peserta berkesempatan untuk menggali lebih dalam mengenai amalan-amalan utama di bulan suci Ramadhan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah mereka, khususnya di malam-malam penuh keberkahan di bulan Ramadhan.
Semoga kita semua dapat meraih keberkahan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah!
Author: Kemedinfo 2025
Kegiatan Taqwa Sukses Digelar di Gedung FTIK.
Pada hari Senin (10/3/2025), Kegiatan Taqwa Ramadhan dengan tema "Rahasia Keberkahan Ramadhan: Menggapai Maghfiroh dan Kemuliaan" sukses dilaksanakan di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Acara ini menghadirkan Bapak Muhammad Mufid, M.Pd., dari dosen FTIK, sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika UIN Gus Dur yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Acara ini disambut dengan antusias oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta civitas akademika lainnya. Dalam pemaparannya, Bapak Muhammad Mufid, M.Pd., menguraikan berbagai aspek keberkahan di bulan Ramadhan, serta bagaimana seorang muslim dapat meraih maghfiroh (ampunan Allah) dan kemuliaan melalui ibadah yang penuh keikhlasan dan ketakwaan.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Moderator yakni saudara M. Nur Kholis Pujiyanto, sebelum memasuki sesi inti bersama narasumber. Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik, di mana para peserta aktif berdiskusi dan menggali lebih dalam tentang cara mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hakikat keberkahan Ramadhan serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tetap semangat menyambut Ramadhan dengan penuh keberkahan!
Author: Kemedinfo 2025
Pelatihan Adminstrasi Ormawa UIN Gus Dur.
Pada hari Sabtu (8/2/2025), bertempat di Aula Gedung Fasya, Universitas Islam Negeri (UIN) Gus Dur, telah berlangsung acara Pelatihan Administrasi yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Gus Dur. Acara ini diikuti oleh sejumlah peserta yang terdiri dari mahasiswa UIN Gus Dur perwakilan tiap ormawa universitas, khususnya yang terlibat dalam kegiatan organisasi mahasiswa dan pengelolaan administrasi.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Ketua DEMA UIN Gus Dur, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kemampuan administrasi yang baik bagi mahasiswa, terutama dalam pengelolaan organisasi dan kegiatan kampus. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam hal administrasi, mulai dari pengelolaan surat menyurat, pembuatan laporan kegiatan, hingga pengelolaan keuangan organisasi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Saudari Lia Divani Intanti Arum dan Ulul Aini seorang praktisi administrasi yang telah berpengalaman dalam berbagai organisasi. Dalam sesi materi, Saudari Lia dan Ulul memberikan penjelasan mengenai teknik dasar administrasi yang efektif, pentingnya pengarsipan yang rapi, serta cara menyusun laporan yang baik dan benar.
Setelah sesi materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Beberapa pertanyaan yang diajukan seputar tantangan yang dihadapi dalam mengelola administrasi organisasi dan solusi untuk mengatasinya.
Acara ini diakhiri dengan penutupan pada pukul 12.00 WIB. Ketua DEMA UIN Gus Dur, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan bekal keterampilan administrasi yang bermanfaat bagi para mahasiswa dalam menjalankan kegiatan organisasi dan kepanitiaan di masa depan.
Author: Kemedinfo 2025
Mahasiswa Antusias Ikuti Kultum Sore Bersama Prof. Dr. K.H. Sam'ani Sya'roni, M.Ag.
Pada hari Kamis (6/3/2025), Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Kementerian Agama dan Sosial Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Gusdur menggelar program Taqwa Ramadhan, sebuah rangkaian kegiatan religius yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Salah satu agenda utamanya adalah Kultum Sore yang disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Sam'ani Sya'roni, M.Ag., seorang dai sekaligus akademisi yang dikenal dengan gaya penyampaian dakwahnya yang inspiratif dan penuh makna.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga menjelang berbuka puasa. Sebelum kultum dimulai, suasana Ramadhan semakin terasa dengan pembacaan tadarus Al-Qur’an oleh UKM LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an). Lantunan ayat-ayat suci memberikan ketenangan dan menjadi pembuka yang penuh keberkahan bagi kegiatan tersebut.
Acara ini berlangsung di Masjid Kampus UIN Gusdur menjelang berbuka puasa. Dalam kultumnya, Ustadz Sam'ani Sya'roni, M.Ag. membawakan materi tentang Hakikat Puasa: Memahami Makna dan Falsafah dibaliknya, dan menjadikannya sebagai bekal untuk kehidupan setelahnya. “Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momen untuk mendidik diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Ketua DEMA UIN Gusdur, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program Taqwa Ramadhan ini bertujuan untuk membangun atmosfer keislaman yang lebih kuat di kalangan mahasiswa. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menambah wawasan keagamaan tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di kampus,” katanya.
Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami esensi Ramadhan sebagai bulan peningkatan iman, ilmu, dan amal. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tutup Ustadz Sam'ani Sya'roni, M.Ag. dalam kultumnya.
Dengan semangat Ramadhan yang terus digaungkan melalui Taqwa Ramadhan, diharapkan nilai-nilai ketakwaan yang diperoleh selama bulan suci ini dapat terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Author: Kemedinfo 2025
Kajian Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dampaknya terhadap Kebijakan Publik.
Pada hari Rabu (19/2/2025). DEMA UIN Gus Dur menyelenggarakan diskusi dan kajian kritis dengan tema "Indonesia Emas atau Cemas?" di Makam Pahlawan, Bojong, sebagai bentuk refleksi terhadap kebijakan nasional dan tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini diikuti oleh banyak mahasiswa UIN Gus Dur dan kajian berfokus pada evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemangkasan anggaran pendidikan, serta berbagai kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat. Pemerintah didesak untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Prabowo, mengingat anggaran besar yang dibutuhkan serta sasaran yang belum tepat. Kebijakan pemangkasan anggaran di sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan dinilai kurang bijak, mengingat kedua sektor ini harus menjadi prioritas utama dalam APBN. Restrukturisasi anggaran seharusnya dilakukan dengan memangkas pos belanja yang kurang relevan, seperti anggaran DPR/MPR, TNI, Polri, dan Kementerian Pertahanan.
Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara juga memicu polemik, terutama dalam pemangkasan anggaran pendidikan yang bertentangan dengan Pasal 31 UUD 1945, yang mewajibkan alokasi minimal 20% APBN dan APBD untuk sektor pendidikan. Pengurangan anggaran ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas pendidikan, beasiswa, dan infrastruktur belajar, yang dapat menghambat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Sejumlah tuntutan lain turut disuarakan, di antaranya:
- Evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG dan Inpres No. 1 Tahun 2025.
- Pencabutan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) dan penolakan politik upah murah.
- Implementasi reforma agraria sejati dan penurunan harga bahan pokok.
- Penghentian kapitalisasi pendidikan dan represivitas terhadap gerakan rakyat dan mahasiswa.
- Penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
- Penolakan Permendikbudristek No. 2 Tahun 2024.
- Peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.
Di tingkat lokal, masyarakat Pekalongan juga menuntut perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik, penyelesaian masalah banjir dan rob, pengelolaan limbah batik yang berkelanjutan, serta penolakan terhadap proyek dan galian C yang merusak ekologi.
Dengan adanya forum ini, diharapkan pemerintah lebih peka dalam menyusun kebijakan agar kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji dalam visi Indonesia Emas.
Author : Kemedinfo 2025
Forum Group Discussion (FGD) DEMA U "Pembudayaan Karakter: Mengembalikkan Jati Diri Mahasiswa"
Pada hari Ahad (16/2/2025), Forum Group Discussion (FGD) DEMA U merupakan sebuah wadah yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Gus Dur untuk menciptakan ruang diskusi yang konstruktif antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan (Ormawa), dan pihak terkait lainnya di kampus. Dengan mengundang pemateri yang hebat yaitu Bapak Labib Maimun, M.Pd. dan Bapak Jahirin, M.H. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali berbagai ide, masukan, dan aspirasi mahasiswa mengenai berbagai isu penting di kampus, termasuk kualitas akademik, fasilitas, kegiatan kemahasiswaan, dan pengembangan teknologi.
FGD DEMA U mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi yang terbuka dan inklusif, dimana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Diskusi ini diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi dan ide-ide baru yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas kampus dan kehidupan mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Topik-topik yang dibahas dalam FGD meliputi kebijakan kampus tentang UKT dinaikan, kekerasan seksual, apatis terhadap lembaga ormawa, dan pragmatisme mahasiswa dalam pembelajaran di kampus. FGD ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara DEMA U, Ormawa, dan pihak universitas guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Kesimpulan dari materi pertama dari Bapak Labib Maimun, M.Pd. adalah bahwa mahasiswa ideal dapat menjadi Idealis jika mereka memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan keadilan, kesetaraan dan kebenaran namun tidak semua mahasiswa ideal harus menjadi Idealisme. Mereka dapat memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda.
Kesimpulan dari materi kedua dari Bapak Jahirin, M.H. adalah gerakan kolektif mahasiswa dapat berjalan ketika semua elemen mahasiswa dapat menyatukan ide dan gagasannya. Idealisme mahasiswa menjadi titik kunci terjadinya gerakan kolektif mahasiswa yang bermutu.
Pemateri menegaskan bahwa pengembalian jati diri mahasiswa melalui pembudayaan karakter adalah langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pembudayaan karakter harus terus dilakukan secara konsisten dan melibatkan semua pihak, baik itu kampus, masyarakat, maupun keluarga.
Hasil dari FGD ini akan dituangkan dalam rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak kampus untuk selanjutnya diterapkan dalam berbagai program dan kebijakan. Melalui kegiatan ini, DEMA U ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat mencerminkan suara mahasiswa dan memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Author : Kemedinfo 2025