DEMA UIN Gusdur dari Kemendikbud, Kemenkopolhukam, dan SIGMA Bahas Stereotip Gender dan HAM.
Pada hari Rabu (28/5/2025), Dalam rangka memperkuat literasi kesetaraan gender di lingkungan akademik, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menggelar diskusi terbuka bertajuk "Stereotip Gender: Jalur Advokasi dan Korelasinya dengan HAM" di Gedung Student Centre (GSC) Besar Kampus II.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena terselenggara atas kolaborasi DEMA UIN Gusdur dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), serta SIGMA —sebuah gerakan mahasiswa yang fokus pada isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Diskusi dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) tingkat universitas. Mereka duduk bersama dalam suasana santai namun kritis, membahas bagaimana stereotip gender masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di ruang-ruang akademik.
Dalam sambutannya, perwakilan DEMA menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai dan inklusif. “Di tengah derasnya arus digitalisasi, kita dituntut terus tumbuh. Namun, jangan sampai pertumbuhan itu menumbuhkan jarak dan prasangka. Kita sebagai mahasiswa harus bersikap proporsional dan bijak, tidak terjebak dalam konstruksi sosial yang mendiskriminasi,” ujar salah satu pengurus DEMA.
Diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya jalur advokasi sebagai bagian dari upaya menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya dalam konteks keadilan gender. Kolaborasi dengan Kemendikbud dan Kemenkopolhukam disebut menjadi bentuk nyata dukungan negara dalam menciptakan ruang dialog yang sehat dan terbuka di kalangan mahasiswa.
SIGMA turut berperan aktif dalam mengarahkan diskusi, menyampaikan data dan studi kasus tentang stereotip gender di masyarakat serta strategi pemberdayaan generasi muda melalui pendekatan pendidikan dan literasi digital.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membuka ruang-ruang diskusi yang mendorong kesetaraan, toleransi, serta membentuk lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan bagi semua.
Author: Kemedinfo 2025