Kegiatan
Pada hari Minggu (17/8/2025), Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus membuka rangkaian kegiatan Alteration Festival 2025, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid sukses menggelar kegiatan Papermob yang penuh semangat, warna, dan makna di depan Gedung Student Centre UIN Gus Dur.
Papermob ini dilaksanakan tepat setelah Upacara Bendera Peringatan Kemerdekaan RI ke-80, yang berlangsung khidmat di halaman depan Gedung Study Center. Ribuan mahasiswa baru tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.
Tercatat sebanyak 2.500 mahasiswa baru berpartisipasi aktif dalam aksi papermob ini yang menampilkan 16 formasi dengan 3 variasi untuk 6 warna kertas (putih, hitam, biru, merah, kuning, dan hijau). Masing-masing formasi dirancang secara kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan simbolis, mulai dari semangat nasionalisme, solidaritas, keberagaman, gerakan anti kekerasan, hingga nilai-nilai transformatif yang menjadi tema besar dalam Alteration Festival tahun ini.
Ketua DEMA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan momentum hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi titik awal perubahan menuju generasi mahasiswa yang lebih peduli terhadap isu sosial, keadilan, dan keberagaman.
"Alteration Festival adalah ruang ekspresi sekaligus edukasi. Melalui papermob ini, mahasiswa baru diajak bukan hanya menjadi bagian dari kampus, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang sadar akan pentingnya inklusivitas dan kolaborasi," ujarnya.
Papermob berlangsung selama kurang lebih 50 menit dan berhasil menarik perhatian seluruh civitas akademika yang hadir. Sorak-sorai dan tepuk tangan mewarnai setiap transisi formasi, yang ditutup dengan penampilan besar berupa formasi Bendera Merah Putih dan logo Alteration Festival 2025.
Alteration Festival 2025 sendiri mengusung tema “Transformasi Generasi: Bergerak, Berdaya, Berdampak”, dan akan berlanjut dengan berbagai kegiatan edukatif, kompetisi, seminar, serta pertunjukan seni budaya yang mengajak mahasiswa baru untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan kampus secara aktif dan positif.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid dalam menciptakan ruang aman, kreatif, dan inspiratif bagi generasi penerus bangsa.
Author: Kemedinfo 2025
Pekalongan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Diklat Panping PBAK 2025 pada Sabtu–Minggu, 5–6 Juli 2025 di Meeting Room Lantai 1 Gedung FTIK. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang akan digelar pada awal tahun akademik mendatang.
Dengan mengusung tema “Menjadi Teladan dalam Membangun Peradaban melalui Kedisiplinan”, Diklat Panping bertujuan membekali seluruh pengurus DEMA Alteration yang menjadi panitia PBAK agar memiliki keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta manajemen lapangan.
Ketua DEMA, Muh. Arif, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penguatan karakter dan profesionalitas panitia. “Kami ingin memastikan seluruh tim PBAK siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan keteladanan bagi mahasiswa baru,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain:
Hari Pertama(Sabtu, 5 Juli 2025)
Materi Leadership dan materi Psikologi Pendampingan.
Hari Kedua (Minggu, 6 Juli 2025)
Materi Public Speaking dan materi Manajemen Lapangan.
Selain materi inti, panitia juga menetapkan aturan kedisiplinan berupa dresscode khusus. Pada hari pertama peserta mengenakan PDH dengan bawahan hitam, sedangkan hari kedua mengenakan atasan putih dan bawahan cream. Bagi peserta perempuan diwajibkan memakai hijab sesuai ketentuan warna.
Melalui Diklat ini, DEMA berharap seluruh panitia dapat menyatukan persepsi dan bekerja kolaboratif demi menyukseskan PBAK 2025. “Diklat Panping bukan sekadar persiapan teknis, tetapi juga pembentukan mental, karakter, dan visi yang sama untuk menyambut mahasiswa baru sebagai agen perubahan,” tambah Arif.
Author: Kemedinfo 2025
Pada hari Minggu (22/6/2025), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), serta seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) melangsungkan rapat koordinasi awal dalam rangka persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Muh. Arif selaku Ketua DEMA memaparkan tema besar yang telah disepakati bersama pimpinan kampus, yaitu:
"Era Baru, Semangat Baru: Siapkan Garuda Menghadapi Era Digitalisasi".
Tema ini dipilih sebagai bentuk respons terhadap perkembangan zaman yang serba cepat serta tantangan dunia digital yang semakin kompleks. DEMA berharap seluruh elemen organisasi mahasiswa (ormawa) dapat menjalankan peran secara kolaboratif dan satu persepsi, demi menciptakan pelaksanaan PBAK yang lebih maksimal dan bebas dari berbagai potensi hambatan.
"Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang berpikir kritis, adaptif, dan memiliki kesadaran sosial tinggi. Karena para mahasiswa baru berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam, PBAK menjadi wadah menyatukan visi dan membentuk identitas bersama sebagai agen perubahan," jelas Arif.
Sebagai rangkaian dari PBAK, DEMA juga mengusung program unggulan bertajuk Alter Fest — sebuah festival eksplorasi minat dan bakat yang akan digelar selama dua hari. Acara ini akan melibatkan:
1. Perlombaan seni & olahraga
2. Ruang diskusi tematik
3. Talkshow kecerdasan buatan dan disrupsi digital
Rencananya, forum diskusi akan menghadirkan Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., salah satu tokoh nasional di bidang sains kognitif dan kecerdasan buatan.
Untuk memastikan semua agenda berjalan optimal, DEMA bersama seluruh stakeholder mewacanakan akan menggelar 3 hingga 4 kali rapat koordinasi lanjutan menjelang hari pelaksanaan PBAK.
Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga langkah awal membentuk peradaban kampus yang progresif, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Author: Kemedinfo 2025
DEMA UIN Gusdur dari Kemendikbud, Kemenkopolhukam, dan SIGMA Bahas Stereotip Gender dan HAM.
Pada hari Rabu (28/5/2025), Dalam rangka memperkuat literasi kesetaraan gender di lingkungan akademik, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) menggelar diskusi terbuka bertajuk "Stereotip Gender: Jalur Advokasi dan Korelasinya dengan HAM" di Gedung Student Centre (GSC) Besar Kampus II.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena terselenggara atas kolaborasi DEMA UIN Gusdur dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), serta SIGMA —sebuah gerakan mahasiswa yang fokus pada isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Diskusi dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) tingkat universitas. Mereka duduk bersama dalam suasana santai namun kritis, membahas bagaimana stereotip gender masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di ruang-ruang akademik.
Dalam sambutannya, perwakilan DEMA menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai dan inklusif. “Di tengah derasnya arus digitalisasi, kita dituntut terus tumbuh. Namun, jangan sampai pertumbuhan itu menumbuhkan jarak dan prasangka. Kita sebagai mahasiswa harus bersikap proporsional dan bijak, tidak terjebak dalam konstruksi sosial yang mendiskriminasi,” ujar salah satu pengurus DEMA.
Diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya jalur advokasi sebagai bagian dari upaya menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya dalam konteks keadilan gender. Kolaborasi dengan Kemendikbud dan Kemenkopolhukam disebut menjadi bentuk nyata dukungan negara dalam menciptakan ruang dialog yang sehat dan terbuka di kalangan mahasiswa.
SIGMA turut berperan aktif dalam mengarahkan diskusi, menyampaikan data dan studi kasus tentang stereotip gender di masyarakat serta strategi pemberdayaan generasi muda melalui pendekatan pendidikan dan literasi digital.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membuka ruang-ruang diskusi yang mendorong kesetaraan, toleransi, serta membentuk lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan bagi semua.
Author: Kemedinfo 2025
Pada hari Jum'at (9/5/2025), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar Rapat Triwulan di DPP Petanesia, kota Pekalongan. Kegiatan ini jadi momen penting bagi pengurus untuk saling mengevaluasi, menyusun rencana, sekaligus mempererat kekompakan.
Rapat dimulai sejak Jumat pukul 14.00 WIB dan diikuti seluruh pengurus inti serta ketua-ketua departemen. Mereka membahas berbagai hal, mulai dari laporan kegiatan yang sudah terlaksana hingga penggunaan anggaran tahap pertama.
Beberapa program yang sudah berjalan di triwulan pertama antara lain Pelatihan Kepemimpinan, Kajian Rutin Keislaman, dan kegiatan sosial selama Ramadhan. Mayoritas program dinilai berjalan cukup baik, meskipun ada beberapa catatan teknis yang akan diperbaiki ke depan.
“Kita apresiasi semua departemen yang sudah bekerja maksimal. Tapi tentu evaluasi tetap perlu, biar program ke depan makin matang,” ujar Ketua DEMA.
Tak hanya soal kegiatan, rapat juga membahas penggunaan anggaran. Setiap divisi menyampaikan laporan keuangan secara terbuka dan mencatat kebutuhan untuk program berikutnya.
“Kita ingin pastikan dana yang ada digunakan sebaik mungkin. Transparan, rapi, dan bermanfaat,” kata Wakil Ketua DEMA.
Selain diskusi serius, suasana rapat juga diwarnai kebersamaan dan canda ringan antar pengurus. Kegiatan ini ditutup dengan sesi penyusunan strategi untuk program triwulan kedua yang akan segera dijalankan.
Dengan semangat baru, DEMA UIN Gus Dur berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang inspiratif, bermanfaat, dan makin dekat dengan mahasiswa.
Author: Kemedinfo 2025
Pelatihan Kepemimpinan dan Keorganisasian Serta Creative Competition 2025 DEMA UIN Gus Dur di Aula FASYA
Pada hari Rabu (23/4/2025), Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Gus Dur Pekalongan mengadakan Pelatihan Kepemimpinan dan Keorganisasian yang bertempat di Aula Fakultas Syariah dan Hukum (FASYA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan berorganisasi siswa.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan DEMA UIN Gus Dur Pekalongan yang menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini dalam lingkungan organisasi kampus. Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidangnya.
Materi pertama bertajuk "Kepemimpinan dan Keorganisasian" disampaikan oleh Ahmad Wahib Maulana, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin yang efektif harus memiliki karakteristik seperti visioner, komunikatif, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat. Selain itu, beliau juga membahas pentingnya keorganisasian, yang meliputi pengelolaan sumber daya manusia, pembagian tugas, struktur organisasi, dan tata kelola yang baik. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat memiliki hubungan erat dengan kesuksesan organisasi.
Materi kedua mengenai "Personal Branding" dibawakan oleh Farah Farhatus Shoimah, S.Sos. Ia menjelaskan bahwa personal branding adalah proses membangun citra diri yang kuat dan konsisten di mata orang lain. Dalam materinya, Farah menekankan pentingnya mengenali keunikan diri, menawarkan nilai yang berbeda, dan menjaga konsistensi perilaku serta komunikasi. Ia juga memberikan strategi membangun personal branding, seperti mengenali diri sendiri, menentukan audiens, aktif di media sosial, serta terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki citra diri. Menurutnya, personal branding yang baik dapat meningkatkan kepercayaan, kredibilitas, dan membuka peluang karier di masa depan.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab membuat suasana semakin hidup. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, mahasiswa mampu menjadi pemimpin yang efektif, mengelola organisasi dengan baik, serta membangun citra diri yang positif.
Selain pelatihan, pada kesempatan ini juga diadakan ✨ CREATIVE COMPETITION UIN K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2025 ✨, sebuah ajang kreativitas bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat se-Eks Karesidenan Pekalongan.
Pelaksanaan lomba berlangsung secara online dan offline, dengan puncak acara berupa pembagian hadiah kepada para pemenang yang dilaksanakan di Aula FASYA bersamaan dengan kegiatan pelatihan.
Kegiatan yang dikemas secara menarik ini berhasil membangkitkan semangat kepemimpinan di kalangan mahasiswa sekaligus memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Melalui pelatihan dan kompetisi ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi pribadi yang visioner, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Author: Kemedinfo 2025