Rasanya sudah akan satu abad saja kemerdekaan bangsa ini, hiruk pikuk perjalanan roda goverment dari masa orde baru sang proklamator, orde lama dengan segala kediktatorannya, katanya sih. Dan reformasi yang katanya juga di korupsi, perjalanan goverment tadi yang tentunya mengawal keberlangsungan hajat hidup orang banyak dalam berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh moral pemangku kebijakan dan tokoh bangsanya.
Tokoh bangsa? Mereka tentu di didik oleh sistem pendidikan kita, baik secara langsung atau tidak langsung
Kenapa pendidikan? Karena disitulah percetakan moral dan laboratorium peradaban semestinya tumbuh berkembang.
Bangsa yang besar baik dalam sumber daya alam dan manusianya seperti indonesia ini, tentu harus dikelola oleh output pendidikan yang berkemajuan, pendidikan yang mengedepankan moralitas dan kedalaman literatur.
Karena tanpa itu? Kita akan menjadi bangsa tertinggal tanpa keluasan hati dan kedalaman khazanah sejarah, sehingga pincang dalam berfikir dan cacat dalam bernalar.
Mungkin catatan saya diatas sangat remeh kualitasnya karena saya sendiripun masih jauh api dari panggang atas moralitas dan kedalaman literaturnya. Akan tetapi kemuakan kita dalam melihat realita bangsa dalam hal pendidikan yang dirasa semakin tidak jelas outputnya semakin menjadi resah saja, sebenarnya sinkron atau tidak antara kehidupan dikelas pendidikan dan kebutuhan di masyarakat? Realita di ruang belajar dengan minat bakat murid?
Kalau kita mau jujur, jika output pendidikan adalah moralitas dan kedalaman literatur? Rasa rasanya kenapa bangsa kita sangat merosot literaturnya. Merosot moralnya terjadi karena banyaknya kasus KKN di birokrat dan lain sebagainya, perunduk, pemaki, dan mahir menghakimi.
Pendidikan tempat melatih nalar agar progresif atau mencetak buruh pabrik industralisasi saja? Dan semua pertanyaan klise atas realita bangsa yang semakin hari nampak semakin serba ketertinggalan di sana sini. Saya sebagai seseorang yang hanya ingin tau apa substansi pendidikan kalau di hadapkan dengan beberapa kasus yang ada hanya bisa berharap semoga pendidikan kita tidak haha hihi saja. Karena keluasan wilayah bangsa juga harus diimbangi oleh keluasan ilmu warga bangsa nya. Agar terwuud bangsa yang progresif dalam bertindak dalam menggapai kemajuan dalam berbangsa dan bernegara. Selamat hari pendidikan nasional haha hihi.