Artikel

BUKU What This is Student?

 

BUKU "WHAT THIS IS STUDENTS?"

Karya: Akhmad Arfani, Akhmad Bakhtiar, Choirun Nisrina, Fatkhur Robbani, M. Husain Haekal, Ihza Maulina, Nagita Histimuna Aisyah, Nur Kholis, Siti Nisrofah, Sholekhah

 

 

UNDUH

Pendidikan haha hihi

      Rasanya sudah akan satu abad saja kemerdekaan bangsa ini, hiruk pikuk perjalanan roda goverment dari masa orde baru sang proklamator, orde lama  dengan segala kediktatorannya, katanya sih. Dan reformasi yang katanya juga di korupsi, perjalanan goverment tadi yang tentunya mengawal keberlangsungan hajat hidup orang banyak dalam berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh moral pemangku kebijakan dan tokoh bangsanya.

Tokoh bangsa? Mereka tentu di didik oleh sistem pendidikan kita, baik secara langsung atau tidak langsung

Kenapa pendidikan? Karena disitulah percetakan moral dan laboratorium peradaban semestinya tumbuh berkembang.

Bangsa yang besar baik dalam sumber daya alam dan manusianya seperti indonesia ini, tentu harus dikelola oleh output pendidikan yang berkemajuan, pendidikan yang mengedepankan moralitas dan kedalaman literatur.

Karena tanpa itu? Kita akan menjadi bangsa tertinggal tanpa keluasan hati dan kedalaman khazanah sejarah, sehingga pincang dalam berfikir dan cacat dalam bernalar.

Mungkin catatan saya diatas sangat remeh kualitasnya karena saya sendiripun masih jauh api dari panggang atas moralitas dan kedalaman literaturnya. Akan tetapi kemuakan kita dalam melihat realita bangsa dalam hal pendidikan yang dirasa semakin tidak jelas outputnya semakin menjadi resah saja, sebenarnya sinkron atau tidak antara kehidupan dikelas pendidikan dan kebutuhan di masyarakat? Realita di ruang belajar dengan minat bakat murid?

Kalau kita mau jujur, jika output pendidikan adalah moralitas dan kedalaman literatur? Rasa rasanya kenapa bangsa kita sangat merosot literaturnya. Merosot moralnya terjadi karena banyaknya kasus KKN di birokrat dan lain sebagainya, perunduk, pemaki, dan mahir menghakimi.

Pendidikan tempat melatih nalar agar progresif atau mencetak buruh pabrik industralisasi saja? Dan semua pertanyaan klise atas realita bangsa yang semakin hari nampak semakin serba ketertinggalan di sana sini. Saya sebagai seseorang yang hanya ingin tau apa substansi pendidikan kalau di hadapkan dengan beberapa kasus yang ada hanya bisa berharap semoga pendidikan kita tidak haha hihi saja. Karena keluasan wilayah bangsa juga harus diimbangi oleh keluasan ilmu warga bangsa nya. Agar terwuud bangsa yang progresif dalam bertindak dalam menggapai kemajuan dalam berbangsa dan bernegara. Selamat hari pendidikan nasional haha hihi.

      Mengingat sebentar lagi hari pendidikan nasional, sudah sepatutnya kita merefleksikan bersama tentang dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Di sini saya tidak akan membahas tentang reshuffle kabinetnya pak dhe, perubahan terkait penggabungan kemendikbud dan kemenristek yang kemudian di sebut kemendikbud, ristek. Hemat saya apapun yang dilakukan pak dhe itu semua demi Indonesia maju dan mampu bersaing dengan Negara lain, terutama dalam bidang pendidikan.

     Tujuan pendidikan Indonesia itu sendiri termaktub dalam UU no 20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi: manusia yang beriman dan bertqwa kepada tuhan yang maha esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Semua tujuan tidak akan terwujud apabila tidak ada ketersalingan antar semua pihak.

     Melihat pendidikan di Indonesia pada era globalisasi sekarang kita harus terus optimis dan mampu membatu mensukseskan kebijakan yang telah di buat oleh mas mentri tanpa terlepas dengan ktitik-kritik yang membangun. Melihat orientasi pendidikan yang di bangun mas mentri, saya membaca, memahami berbagai literature kebijakan yang di buatnya sampai kepada menganalis. Orientasinya mengarah ke berbagai aspek, seperti percepatan digitalisasi dan teknologi, minat dan bakat peserta didik, yang sudah di tanamkan sejak dari SD melalui bapa/ibu guru dengan tidak menyamaratakan dalam bersikap terhadap semua peserta didik melainkan menumbuhkan keaktifan, kreatif dan critical thinking dalam pembelajaran di kelas. Kelas akan menjadi ramai dengan diskusi yang mengasyikan dan sekolah akan menjadi tempat yang nyaman dalam membantu peserta menjadi manusia yang utuh. Manusia yang memanusiakan manusia, atau mengangkat harkat dan martabat manusia atau human dignity, yaitu untuk mengangkat manusia menjadi pemimpin di bumi dengan tugas dan tanggung jawab memakmurkan kehidupan dan memelihara lingkungan tanpa terlepas mengamalkan nilai-nilai spiritual yang berlaku.

    Namun sedikit mengkritisi pada era globalisasi sekarang bukan semata-mata mendatangkan dampak positif, dengan kemudahan-kemudahan yang di dapat dalam membantu mewujudkan  pendidikan yang ideal,  melainkan adanya kemudahan semua itu secara tidak langsung menjadikan disorientasi pendidikan. Pendidikan cenderung pada kebutuhan pragmatis, atau kebutuhan pasar, lapangan kerja sehingga ruh pendidikan sebagai pondasi budaya, moralitas, dan social movement (gerakan sosial) menjadi hilang. Peserta didik yang tidak lain masuk dalam dunia pendidikan indinesia, kini  Sikap melestarikan budaya pribumi mulai luntur, terselip oleh budaya luar yang masuk. Moralitas, adab peserta didik mulai turun dengan maraknya pergaulan bebas yang dapat di akses di medsos tanpa adanya filter dari orang tua, gerakan sosial yang mulai hilang, Peserta didik lebih suka dengan gadgetnya masing-masing, apatis terhadap kondisi sosial lingkungannya. Pendidikan telah menjauhkannya dari kehidupan. mereka hanya di beri materi, tugas menumpuk yang sama sekali tidak menyentuh dengan persoalan kehidupannya.

Logo PBAK IAIN Pekalongan 2020

Hey hey hey ???
Hallo sobat IAIN Pekalongan
Apa kabar kalian?
Semoga sehat selalu yaa ?
Sobat DEMA mau ngasih informasi klo LOGO PBAK 2020 udah release nih? Yeeaayy!!

Ouh iya buat kalian yg belum tau!!!
Nah berikut kami paparkan satu persatu makna dari logo PBAK itu sendiri yaaa

  1. WARNA ORANGE : menunjukkan semangat yang berkobar serta penuh harapan untuk menyongsong masa depan.
  2. SIMBOL KEPALA : menunjukkan makna Leadership
  3. EMPAT SAYAP SEBELAH KIRI : menunjukan 4 tage line IAIN PEKALONGAN (Spirituality, Enterpreneurship, Religius, Nasionality)
  4. LIMA EKOR : Menunjukan nilai-nilai pancasila yang diyakini sebagai idiologi Bangsa
  5. WARNA BIRU : Menunjukan kedalaman ilmu.
  6. SINYAL : Simbol kegiatan yang dilaksanakan secara Online.
  7. KALONG (KELELAWAR) : Makna wilayah keberadaan kampus IAIN Pekalongan.
  8. EMPAT SAYAP SEBELAH KANAN : Menunjukan jumlah Fakultas yang ada di IAIN Pekalongan
  9. WARNA KUNING : menunjukan perdamaian dan keceriaan
  10. PBAK 2020 : Sebagai mama kegiatan yang diselenggarakan

 

Sebagai miniatur negara sekaligus wahana pembelajaran, Pemerintahan Mahasiswa IAIN Pekalongan mempunyai sistem sendiri untuk melakukan pergantian kepemimpinan. Kalau di negara kita mengenal pemilu, di Pemerintahan Mahasiswa IAIN Pekalongan ada juga namanya Pemilwa (Pemilihan Perwakilta Mahasiswa). Pemilwa diselenggarakan untuk memilih anggota Senat Mahasiswa di tingkat Institut maupun Fakultas. Juga untuk memilih pasangan Ketua dan Wakil Ketua DEMA serta Ketua DEMA Fakultas. Pemilwa diselenggarakan satu tahun sekali. Pemilwa ini diselenggarakan oleh suatu lembaga independen yaitu Komisi Pemilihan Perwakilan Mahasiswa (KP2M) IAIN Pekalongan. KP2M ini kalau diibaratkan di negara kita seperti KPU tugas dan fungsinya. Pemilwa ini juga diawasi oleh suatu komisi khusus, yaitu Panitia Pemilihan Perwakilan Mahasiswa atau yang dikenal dengan sebutan P4M IAIN Pekalongan. P4M ini diibaratkan sebagai Bawaslu kalau di negara kita. Selama ini penyelenggaraan Pemilwa dianggap kurang maksimal dalam hal keterlibatan atau partisipasi aktif terutama dari pemilih yang notabenenya adalah mahasiswa IAIN Pekalongan. Pemilwa ini sendiri sebenarnya adalah sarana pembelajaran demokrasi di lingkungan kampus. Diharapkan nantinya setiap tahun ada peningkatan kualitas Pemilwa dan partisipasi dari mahasiswa IAIN Pekalongan.

Pekalongan, 10 Agustus 2019

 

Pada hari ini, sabtu, 10 Agustus 2019 bertempat di Auditorium kampus 1 IAIN Pekalongan, Jl.Kusumabangsa no. 9 Pekalongan, telah melaksanakan technical meeting Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan tema “Optimalisasi Spiritual, Ilmu Pengetahuan dan Kemandirian dalam Bingkai NKRI” yang akan diselenggarakan pada tanggal 14-16 Agustus 2019 yang bertempat di kampus 2 IAIN Pekalongan Jl. Rowolaku, Kajen.

Technical meeting didampingi oleh DEMA I, SEMA I, dan Panitia Pendamping yang dihadiri oleh mahasiswa baru angkatan 2019 sekitar 2500 mahasiswa yang dalam acara ini dibagi menjadi dua sesi technical meeting. Technical meeting sesi pertama yang diikuti oleh mahasiswa FTIK dan FASYA dengan jumlah 1200 mahasiswa dan technical meeting sesi kedua yang diikuti oleh mahasiswa FEBI dan FUAD dengan jumlah 1300 mahasiswa.

Dalam acara ini telah dipaparkan dan disepakati tentang ketentuan dan resitasi mahasiswa baru untuk kegiatan Pengenalan Budaya Akademik kampus (PBAK). Acara dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 dan dilanjutkan kembali pukul 12.30 sampai 16.00, dengan susunan acara sebagai berikut: Acara pertama pembukaan oleh Ketua DEMA I Sdr. Lukman Hakim dilanjutkan dengan sambutan dari ketua OC PBAK 2019 Sdr. Amad Fatoni. Acara selanjutnya yaitu penyampaian ketentuan dan resitasi oleh ketua SC oleh Sdr. Eko Pradipta K. dan penyampaian Panitia Pengawas oleh Senat Mahasiswa (SEMA).

 

 

Page 2 of 3
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree